Bantenaktual.com, Serang – Pemerintah Provinsi Banten (Pemprov Banten) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Banten memastikan kesiapan infrastruktur jalan kewenangan provinsi menjelang arus mudik Lebaran 2026.
Langkah ini difokuskan untuk menjamin kelancaran arus lalu lintas, terutama pada akses strategis menuju berbagai destinasi wisata unggulan di Banten.
Selain mengandalkan jalur tol dan jalan arteri yang menjadi kewenangan pemerintah pusat, Pemprov Banten menyiapkan enam ruas jalan provinsi sebagai jalur alternatif.
Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten, Arlan Marzan, mengatakan pihaknya telah memprioritaskan penanganan enam ruas jalan untuk menopang mobilisasi pemudik dan wisatawan.
Jalur tersebut mengarah ke kawasan wisata seperti:
-
Anyer
-
Carita
-
Tanjung Lesung
-
Sawarna
“Terdapat enam ruas jalan provinsi yang menjadi prioritas penanganan kami. Sesuai arahan Bapak Gubernur, pada H-10 Lebaran seluruh lubang jalan harus sudah tertangani,” ujar Arlan di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Senin (16/2/2026).
Ia menegaskan, langkah tersebut penting untuk memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman dan nyaman, khususnya bagi wisatawan yang memanfaatkan momen libur Lebaran.
Berikut enam ruas jalan provinsi yang menjadi fokus perbaikan dan pemeliharaan:
-
Ruas Taktakan – Gunung Sari
-
Ruas Palima – Cinangka
-
Ruas Mengger – Saringin
-
Ruas Saketi – Malingping
-
Ruas Citeras – Tigaraksa
-
Ruas Ciruas – Petir – Warung Gunung
Ruas-ruas ini diproyeksikan menjadi jalur penyangga apabila terjadi kepadatan di jalan tol maupun arteri utama dari Jakarta menuju Merak.
Arlan menjelaskan, meskipun arus mudik dan arus balik utama tetap bertumpu pada jalan tol dan arteri nasional, jalan provinsi memiliki peran vital sebagai jalur alternatif strategis.
“Fungsi jalan provinsi adalah menunjang dan menjadi jalur alternatif strategis bagi pemudik maupun wisatawan,” imbuhnya.
Dengan kesiapan ini, Pemprov Banten berharap distribusi kendaraan dapat lebih merata sehingga potensi kemacetan dapat ditekan.
Untuk menjaga kelancaran lalu lintas selama periode mudik, Dinas PUPR juga menunda sementara proyek konstruksi besar yang berpotensi memicu sistem buka-tutup jalan.
Fokus diarahkan pada pemeliharaan rutin guna memastikan kondisi jalan tetap dalam keadaan mantap.
“Penundaan proyek konstruksi sementara dilakukan agar tidak menimbulkan hambatan baru bagi pengguna jalan selama masa mudik,” pungkas Arlan. (Red)

