Bisnis  

Rupiah Menguat ke Rp16.864 per Dolar AS pada Perdagangan 10 Maret 2026

Petugas menunjukkan pecahan mata uang dolar Amerika Serikat dan mata uang rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Selasa (10/3/2026). Nilai tukar rupiah ditutup perkasa sebesar 85 basis point atau menguat 0,50 persen menuju level Rp16.864 per dolar AS pada perdagangan Selasa, 10 Maret 2026. Banten Aktual/Cecep

Bantenaktual.com, Jakarta – Nilai tukar rupiah ditutup menguat sebesar 85 basis poin atau naik 0,50 persen ke level Rp16.864 per dolar Amerika Serikat pada perdagangan Selasa, 10 Maret 2026.

Penguatan mata uang Indonesia tersebut menunjukkan adanya sentimen positif di pasar keuangan domestik, di tengah aktivitas perdagangan valuta asing yang cukup dinamis.

Penguatan rupiah mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelaku pasar terhadap kondisi ekonomi nasional. Sentimen positif ini turut memberikan dorongan terhadap stabilitas nilai tukar di pasar keuangan.

Baca Juga :  Kejaksaan Agung Geledah Gedung Ombudsman RI Terkait Kasus Perintangan Penyidikan Minyak Goreng

Selain faktor domestik, pergerakan rupiah juga dipengaruhi oleh dinamika ekonomi global serta respons investor terhadap berbagai perkembangan ekonomi yang terjadi di pasar internasional.

Petugas menunjukkan pecahan mata uang dolar Amerika Serikat di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Selasa (10/3/2026). Nilai tukar rupiah ditutup perkasa sebesar 85 basis point atau menguat 0,50 persen menuju level Rp16.864 per dolar AS pada perdagangan Selasa, 10 Maret 2026. Banten Aktual/Cecep

Nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat juga bergerak mengikuti perubahan kondisi pasar global, termasuk kebijakan ekonomi, pergerakan suku bunga, serta arus modal internasional.

Kondisi tersebut membuat pelaku pasar terus memantau perkembangan ekonomi global yang dapat memengaruhi pergerakan mata uang di kawasan Asia, termasuk Indonesia.

Baca Juga :  Kejaksaan Agung Geledah Gedung Ombudsman RI Terkait Kasus Perintangan Penyidikan Minyak Goreng

Rupiah yang mampu ditutup menguat terhadap dolar AS menjadi salah satu indikator stabilitas pasar keuangan domestik.

Kondisi ini juga mencerminkan optimisme investor terhadap prospek perekonomian Indonesia, seiring dengan berbagai faktor pendukung seperti stabilitas makroekonomi dan aktivitas investasi yang tetap terjaga. (Red)