Bantenaktual.com, Serang – Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah mendampingi Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono dalam diskusi bersama pelaku ekonomi kreatif (ekraf) Banten.
Kegiatan yang dikemas dalam forum Duduk Dengar Kreatif tersebut digelar di Onix Cafe, Kota Serang, Sabtu (21/2/2026).
Forum ini menjadi wadah bagi pelaku ekraf menyampaikan aspirasi, khususnya terkait pembangunan ruang kreatif sebagai prioritas kebijakan daerah.
Dalam diskusi tersebut, pelaku ekonomi kreatif menekankan pentingnya kehadiran ruang kreatif untuk mendorong pemerataan ekonomi antarwilayah di Banten.
Ruang kreatif dinilai tidak hanya sebagai tempat berkarya, tetapi juga sebagai pusat kolaborasi, inkubasi bisnis, dan penguatan identitas lokal.
Wagub Dimyati menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten berkomitmen memperkuat sektor ekonomi kreatif sebagai motor pertumbuhan ekonomi baru.
Menurutnya, pengembangan ruang kreatif akan membuka akses dan peluang lebih luas bagi talenta lokal, terutama di luar wilayah Tangerang Raya.
“Pemprov Banten melihat ekonomi kreatif bukan sekadar sektor pendukung, tetapi pilar penting dalam pemerataan pembangunan. Aspirasi para pelaku ini menjadi masukan strategis bagi kami dalam menyusun kebijakan daerah ke depan,” ujar Dimyati.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar pembangunan infrastruktur tidak hanya berfokus pada aspek fisik semata.
Menurutnya, pembangunan harus diarahkan untuk mendukung lahirnya ruang-ruang kreatif yang mampu:
-
Menciptakan usaha baru
-
Membuka lapangan kerja
-
Memperkuat identitas daerah
“Komitmen pemerintah pusat ini dapat diterjemahkan dalam kebijakan konkret di daerah, sehingga pertumbuhan ekonomi kreatif di Banten dapat berkembang secara merata dan berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, Menko Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa ekonomi kreatif merupakan sektor masa depan yang berkelanjutan.
Menurutnya, pengembangan ekraf harus didukung pembangunan infrastruktur yang adaptif terhadap kebutuhan generasi muda.
“Ekonomi kreatif adalah sektor masa depan yang berkelanjutan. Jika didukung infrastruktur yang tepat, sektor ini mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan menjadi jalan keluar dari jebakan pendapatan menengah,” ujar AHY.
AHY menambahkan, pembangunan infrastruktur ke depan tidak hanya berorientasi pada konektivitas fisik seperti jalan dan jembatan, tetapi juga menghadirkan ruang kreatif sebagai pusat ekonomi dan inovasi daerah.
“Kita ingin anak-anak muda bisa tumbuh dan berkarya di daerahnya sendiri. Ruang kreatif harus menjadi bagian dari strategi pemerataan pembangunan dan penguatan ekonomi lokal,” katanya.
Forum Duduk Dengar Kreatif menjadi momentum penting untuk menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah dalam pengembangan ekonomi kreatif di Banten.
Dengan dukungan infrastruktur yang tepat dan kebijakan yang berpihak pada talenta lokal, sektor ekonomi kreatif diharapkan mampu:
-
Mengurangi ketimpangan wilayah
-
Mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan
-
Menciptakan pusat-pusat ekonomi baru di daerah

