Bantenaktual.com, Serang – Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Serang terhadap pelayanan publik dan kepedulian sosial kembali terbukti. Wali Kota Serang, Budi Rustandi, bergerak cepat menanggapi aduan warga yang masuk langsung melalui pesan WhatsApp pribadinya.
Pada Kamis, 27 November 2025, Wali Kota segera mengunjungi kediaman Nenek Romlah (69) di Kampung Kebaharan, Kecamatan Serang, untuk memastikan bantuan menyeluruh dapat diberikan tanpa menunda waktu. Kunjungan ini turut didampingi oleh Dinas Sosial (Dinsos) dan Baznas Kota Serang.
Wali Kota Budi Rustandi menunjukkan empati dan perhatian penuh terhadap kondisi Nenek Romlah yang tinggal di hunian memprihatinkan.
“Pemerintah hadir agar Nenek Romlah tidak merasa sendiri. Kami ada untuk Nenek dan keluarga. Tadi Nenek banyak curhat, insyaallah hari ini jadi ladang pahala buat kita semua,” Budi Rustandi.
Melihat kondisi rumah yang tidak layak huni, Wali Kota langsung menginstruksikan percepatan pelaksanaan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Pendanaan untuk renovasi rumah dilakukan secara gotong royong:
-
Baznas Kota Serang: Rp20 juta
-
Bantuan pribadi Wali Kota: Rp5 juta
-
Tokoh masyarakat Haji Harun: menanggung sisa biaya pembangunan hingga rumah layak huni, terutama bagian atap
Keterlibatan berbagai pihak menjadi bukti kuat bahwa solidaritas warga Serang semakin tumbuh.
“Mudah-mudahan warga Kota Serang lainnya, jika tetangganya ada yang kurang mampu, jangan sungkan membantu. Itu bekal kita di akhirat,” ajak Wali Kota.
Bantuan yang diberikan pemerintah tidak hanya terbatas pada renovasi rumah. Dinas Sosial juga menyerahkan sejumlah bantuan kebutuhan dasar, antara lain:
-
Paket sembako
-
Kasur
-
Matras
Di sisi kesehatan, Wali Kota langsung memerintahkan Puskesmas dan bidan setempat untuk memantau kondisi kesehatan Nenek Romlah secara rutin.
Kepala Dinas Sosial Kota Serang, M. Ibra Gholibi, memastikan bahwa Nenek Romlah sudah terdaftar sebagai peserta BPJS/PBI, sehingga pelayanan kesehatan dapat diakses dengan lebih optimal.
“Tadi Pak Wali juga menginstruksikan Kepala Puskesmas untuk mengecek kondisi Nenek. Kalau sakit harus langsung dibawa,” jelas Ibra. (Red)








