Bantenaktual.com, Tangerang – Pemerintah Kota Tangerang Selatan memastikan kondisi inflasi daerah masih terkendali menjelang Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Sejumlah langkah strategis telah disiapkan untuk menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat.
Kepala Bagian Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Tangsel, Ucok Siagian, menjelaskan bahwa berdasarkan data pemantauan, harga bahan pokok sempat mengalami deflasi cukup tajam pada Januari 2026.
Indeks Perkembangan Harga (IPH) tercatat turun bertahap dari minus 1,88 persen hingga minus 3,51 persen dalam empat pekan sepanjang Januari.
“Komoditas yang menjadi andil deflasi adalah cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan daging ayam ras,” ujar Ucok, Rabu (18/2/2026).
Penurunan harga tersebut dipicu peningkatan pasokan dari daerah sentra produksi yang memasuki masa panen serta naiknya produksi peternak.
Memasuki Februari 2026, tren harga mulai mengalami kenaikan. Pada pekan pertama Februari, inflasi tercatat sebesar 1,27 persen.
Kenaikan tersebut terutama didorong lonjakan harga cabai rawit.
Berdasarkan pemantauan pasar hingga pertengahan Februari, komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain:
-
Cabai rawit
-
Cabai merah
-
Bawang merah
-
Telur ayam ras
-
Daging ayam ras
-
Minyak goreng curah
Untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga menjelang Ramadan dan Idulfitri, Pemkot Tangsel menyiapkan sejumlah langkah strategis.
Beberapa di antaranya:
✅ Pemantauan stok dan harga bahan pokok secara berkala
✅ Bazar Ramadan di tujuh kecamatan
✅ Gerakan Pangan Murah mulai awal Maret 2026
✅ Pengawasan distribusi bahan pokok
✅ Inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tradisional dan modern
Program Gerakan Pangan Murah akan dilaksanakan bersama Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Tangerang Selatan (DKP3).
“Semua langkah ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga selama Ramadan hingga Lebaran,” tegas Ucok.
Selain menjaga pasokan, pengawasan distribusi bahan pokok juga diperketat guna mencegah praktik penimbunan maupun spekulasi harga.
Langkah ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat serta menciptakan situasi ekonomi yang kondusif selama bulan suci.
Dengan berbagai upaya tersebut, Pemkot Tangsel optimistis inflasi daerah tetap terkendali hingga momen Idulfitri 2026. (Red)








