Bantenaktual.com, Tangerang – Banjir yang melanda wilayah Kecamatan Periuk, Kota Tangerang sejak Minggu (8/3) masih menyisakan genangan di sejumlah permukiman warga. Hingga kini, sebagian masyarakat masih bertahan di lokasi pengungsian yang tersebar di beberapa titik, seperti GOR Gembor, Masjid Al Jihad, dan Kantor Kecamatan Periuk.
Menghadapi kondisi tersebut, relawan Satuan Siaga Bencana (SATGANA) dari PMI Kota Tangerang terus melaksanakan operasi tanggap darurat bencana dengan memberikan pelayanan kesehatan serta promosi kesehatan kepada para pengungsi.
Ketua PMI Kota Tangerang, Oman, mengatakan pihaknya telah melakukan asesmen sejak awal kejadian banjir untuk memastikan kebutuhan warga terdampak.
“Kami terus melakukan asesmen lanjutan sejak banjir terjadi pada Minggu (8/3) untuk menentukan kebutuhan dan rencana operasi di lokasi terdampak. Hari ini kami menerjunkan personel SATGANA untuk memberikan pelayanan kesehatan dan promosi kesehatan kepada warga di pengungsian,” ujar Oman, Rabu (11/3).
Dalam kegiatan tersebut, relawan PMI memberikan edukasi kepada warga terkait berbagai potensi penyakit yang dapat muncul akibat kondisi banjir, baik penyakit menular maupun tidak menular.
Koordinator Lapangan Operasi Tanggap Darurat Bencana PMI Kota Tangerang, Dhani Ricky Nugroho menjelaskan bahwa layanan kesehatan dan edukasi kesehatan diberikan langsung kepada para pengungsi di Aula Kecamatan Periuk serta Kantor MUI Kecamatan Periuk yang berada di area yang sama dengan kantor kecamatan.
“Malam ini kami memberikan layanan kesehatan sekaligus promosi kesehatan kepada para pengungsi di Aula Kecamatan Periuk dan kantor MUI Kecamatan Periuk,” kata Dhani.
Selain pemeriksaan kesehatan, PMI juga memberikan edukasi mengenai penyakit tidak menular yang berpotensi dialami warga selama berada di pengungsian, seperti hipertensi, diabetes, dan asma.
“Di Kecamatan Periuk kami mengedukasi pengungsi mengenai potensi penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan asma yang bisa dialami selama masa pengungsian. Kami juga memberikan langkah-langkah pencegahan serta penanganan awal agar kondisi kesehatan pengungsi tetap terjaga,” ujarnya.
PMI juga mengingatkan warga mengenai sejumlah penyakit menular yang kerap muncul saat terjadi banjir, seperti leptospirosis, demam berdarah dengue (DBD), diare, serta penyakit kulit.
“Beberapa penyakit menular yang sering dijumpai saat banjir seperti leptospirosis akibat paparan kencing tikus pada luka juga kami sosialisasikan kepada warga,” jelas Dhani.
Ia mengimbau para pengungsi untuk menjaga kebersihan, rutin mencuci kaki, serta menggunakan sepatu boot saat beraktivitas di area banjir. Selain itu, warga juga diingatkan mengenai potensi demam berdarah akibat genangan air yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti, serta risiko diare dan penyakit kulit akibat paparan air banjir yang kotor.
PMI mengimbau warga yang mengalami keluhan kesehatan agar segera melapor kepada petugas kesehatan yang berada di lokasi pengungsian.
“Kami mengimbau warga terdampak banjir yang berada di pengungsian agar segera melaporkan kepada petugas kesehatan dari puskesmas, PMI, atau ke Pos Lapangan di Periuk Damai apabila merasakan gejala penyakit. Dengan begitu, penanganan dapat segera dilakukan agar kondisi kesehatan tidak semakin memburuk,” tutup Dhani. (Dens/Red)








