Bantenaktual.com, Tangerang – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Tangerang selama beberapa hari terakhir menyebabkan banjir dan genangan air di tujuh kecamatan. Menyikapi kondisi tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang terus melakukan operasi tanggap darurat bencana hidrometeorologi, termasuk evakuasi warga terdampak.
Ketua PMI Kota Tangerang, Oman Jumansyah, mengatakan bahwa pihaknya telah menerjunkan tim evakuasi guna membantu masyarakat yang terdampak banjir, khususnya di wilayah dengan ketinggian muka air (TMA) cukup signifikan.
“Melihat intensitas hujan yang lebat akhir-akhir ini dan berdampak banjir di tujuh kecamatan di Kota Tangerang, kami terus berupaya melakukan operasi tanggap darurat bencana hidrometeorologi dengan menerjunkan tim evakuasi,” ujar Oman, Jumat (23/1/2026).
Banjir tercatat terjadi di sejumlah wilayah, antara lain :
Kecamatan Benda, tepatnya di Kelurahan Rawa Bokor RT 02/04 dengan TMA sekitar 20 cm yang berdampak pada rumah warga dan akses jalan.
Sementara di Jalan Atang Sanjaya RT 001/006, ketinggian air mencapai 50–80 cm dan merendam rumah warga.
Di Kecamatan Karang Tengah, banjir terjadi di Kelurahan Karang Mulya RT 003 dan 004 RW 007 dengan TMA 30–45 cm yang berdampak pada 10 Kepala Keluarga.
Genangan juga terjadi di wilayah Ciledug Indah 2 dengan TMA 40–60 cm dan berdampak pada akses jalan.
Sementara di Kecamatan Jatiuwung, genangan air setinggi 30 cm terpantau di Kelurahan Gandasari RT 002/003 dan berdampak pada akses jalan.
Di Kecamatan Cipondoh, banjir merendam Perumahan Candulan, Kelurahan Gondrong Petir RT 002/006.
TMA awal tercatat sekitar 100 cm dan meningkat hingga 135 cm, menyebabkan rumah warga dan akses jalan terdampak.
Banjir juga terjadi di Kecamatan Larangan, tepatnya di Komplek Taman Asri, Gaga Larangan, serta Komplek Patal dengan TMA sekitar 30–40 cm yang berdampak pada rumah dan akses jalan.
Sementara di Kecamatan Periuk, genangan air terjadi di Perumahan Duta Residence RT 03 dan 05 RW 08 dengan TMA sekitar 40 cm dan berdampak pada akses jalan.
Sebanyak 44 kepala keluarga atau 120 jiwa tercatat terdampak.
Selain itu, banjir juga melanda Perumahan Alamanda di RW 21, 22, dan 25 dengan TMA awal 30–50 cm.
Jumlah warga terdampak di RW 25 mencapai 890 jiwa (179 KK), RW 22 sebanyak 1.002 jiwa (278 KK), dan RW 21 sebanyak 240 jiwa (60 KK).
Di Kelurahan Periuk RW 15, banjir dengan TMA berkisar 70 cm hingga 200 cm merendam rumah warga dan akses jalan.
Adapun di Kecamatan Ciledug, banjir terjadi di Jalan Puri Kartika Baru RW 08 dan 09 dengan ketinggian air 30–60 cm yang berdampak pada rumah warga dan akses jalan.
Dalam penanganan banjir ini, PMI Kota Tangerang mengerahkan tim SATGANA (Satuan Penanggulangan Bencana) terlatih untuk melakukan evakuasi di wilayah yang terdampak paling parah, yakni Kecamatan Periuk dan Kecamatan Ciledug.
“Kami berupaya hadir di tengah masyarakat Kota Tangerang yang sedang mengalami musibah banjir dengan membantu proses evakuasi, khususnya di Kecamatan Periuk dan Kecamatan Ciledug,” tambah Oman.
Lokasi evakuasi difokuskan di RW 08 Perumahan Periuk Damai, Kecamatan Periuk, serta Perumahan Puri Kartika, Kecamatan Ciledug. Sebanyak 23 personel SATGANA diterjunkan, dengan rincian 11 personel di Kecamatan Periuk dan 12 personel di Kecamatan Ciledug.
Selain personel, PMI Kota Tangerang juga menyiagakan dua unit perahu karet untuk mendukung proses evakuasi warga di kedua lokasi tersebut.
“Kami menyiagakan dua perahu karet, masing-masing satu unit di Kecamatan Periuk dan Kecamatan Ciledug,” pungkasnya.
PMI Kota Tangerang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama. (Dens/Red)









