Setahun Sachrudin–Maryono: Ekonomi Kota Tangerang Tumbuh 5,20 Persen, Ketahanan Pangan Menguat

Satu tahun kepemimpinan Sachrudin–Maryono, ekonomi Kota Tangerang tumbuh 5,20 persen, angka kemiskinan turun, dan ketahanan pangan diperkuat lewat Gerakan Gampang Sembako serta urban farming.

Wali Kota Tangerang Sachrudin panen raya di wilayah Selapajang Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Provinsi Banten. (Sumber : Dinas Kominfo Kota Tangerang) (MUHAMMAD FIRDAUS SULAIMAN)

Bantenaktual.com, Tangerang – Satu tahun kepemimpinan Wali Kota Sachrudin dan Wakil Wali Kota Maryono Hasan mencatat sejumlah capaian penting di bidang ekonomi, ketahanan pangan, dan pemberdayaan masyarakat.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Tangerang, Ruta Ireng Wicaksono, menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Kota Tangerang meningkat dari 5,04 persen pada 2024 menjadi 5,20 persen di 2025.

Sementara itu, tingkat kemiskinan menurun dari 5,43 persen menjadi 5,19 persen.

“Salah satu kunci pencapaian ini adalah program Gerakan Gampang Sembako yang menjangkau 13 kecamatan dan membantu warga memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” ujar Ruta, Jumat (20/2/2026).

Baca Juga :  Pemkot Tangsel Atur Jam Kerja ASN Selama Ramadan 1447 H/2026, Apel Pagi Ditiadakan

Program Gerakan Gampang Sembako menjadi instrumen utama pengendalian harga dan perlindungan daya beli masyarakat.

Selain itu, Pemkot Tangerang juga mengembangkan inovasi pertanian perkotaan (urban farming) melalui:

  • 76 Kelompok Wanita Tani (KWT)

  • 39 kelompok pemberdayaan ikan

Hasilnya cukup signifikan, antara lain:

  • 100.920 polybag tanaman cabai, tomat, dan terong

  • 352.717 ekor ikan nila dan lele

  • 11.147 polybag tanaman obat keluarga

  • 45 ekor kambing dan domba

“Program ini tidak hanya meningkatkan ketahanan pangan, tetapi juga mendorong pemberdayaan masyarakat,” jelas Ruta.

Foto 1
Wakil Wali Kota Tangerang Maryono (kiri) hadir dalam acara Gerakan Pangan Murah (GPM) di wilayah Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Provinsi Banten. (Sumber : Dinas Kominfo Kota Tangerang) (MUHAMMAD FIRDAUS SULAIMAN)

Pemkot Tangerang juga membentuk 11 kelompok tani (7 poktan pertanian dan 4 poktan hortikultura) yang mengelola 98 hektare lahan sawah padi.

Sepanjang 2025, sektor pertanian kota menghasilkan:

  • 846 ton beras

  • 4,7 ton cabai besar

  • 4,9 ton bawang merah

Produksi tersebut dinilai memperkuat ketahanan pangan lokal sekaligus menekan ketergantungan pasokan dari luar daerah.

“Kami ingin memastikan setiap warga Kota Tangerang dapat mengakses pangan berkualitas dengan harga terjangkau, sekaligus mendorong ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat,” tegas Ruta.

Capaian satu tahun kepemimpinan Sachrudin–Maryono menunjukkan fokus pada pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berbasis pemberdayaan masyarakat.

Dengan kombinasi pengendalian harga, penguatan sektor pertanian, dan dukungan terhadap kelompok tani serta UMKM, Pemkot Tangerang optimistis tren positif ini dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang. (Red)